Rabu, 03 November 2010

Agnes Monica



Saat menjadi host dalam acara American Musik Awards nanti Agnes Monica dituntut untuk memakai bahasa Inggris. Bahasa Inggris menambah kesulitan yang agnes harus hadapi di sana, terlebih lagi karena terakhir ia menjadi host adalah ketika ia masih anak-anak dan menjadi pembawa acara untuk program Tralala-Trilili. Maka dari itu Agnes sangat membutuhkan latihan.

"Aku nanti ngehost harus bahasa Inggris. Terakhir ngehost di Tralala-Trlili, itu udah sepuluh tahun lalu lebih. Padahal di bahasa Indonesia, sendiri aku udah lama gak ngehost, itu aja butuh latihan. Apalagi kalau harus bicara bahasa Inggris," ucapnya ketika ditemui seusai acara anniversary Global TV beberapa waktu lalu.

Bisa dibilang Agnes harus melakukan double job dengan berlatih menjadi host yang memakai bahasa Inggris. Menurut Agnes kesuksesan adalah ketika kesiapan bertemu dengan kesempatan, dan untuk jadi siap hal itu bisa diusahakan dengan berusaha dan berlatih keras.

"Iya, bisa dibilang double job, nanti harus ngomong Inggris, terus ngomong Indonesia. Kalau nyanyi, gue nggak pernah berhenti latihan. Kesuksesan itu terjadi saat kesiapan ketemu sama kesempatan. Untuk menjadi siap, kita bisa kontrol. Tetapi untuk kesempatan itu kan di luar kehendak/kuasa kita," ujarnya.

Berbicara masalah lain, Agnes monica mengaku turut berduka dengan segala bencana yang menimpa Indonesia. Namun Agnes memiliki pandangan yang sedikit berbeda mengenai bencana alam, ia mengajak bangsa Indonesia tidak hanya bersatu ketika terjadi bencana, karena selama ini ketika mengalami kesulitan, semua orang baru mau bersatu.

"Aku turut berduka untuk orang-orang Indonesia yang terkena bencana, justru yang aku pengen, Indonesia jangan bersatu kalau ada bencana doang!!! Kalau ada bom, ada bencana, ada teroris, baru aja bersatu. Kita harus bisa, Indonesia harus bisa satu, walaupun nggak ada bencana." (kpl/buj/sjw)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar